MAKASSAR — Ketua Perserosi Kota Makassar Firman Setiawan memimpin langsung rapat kerja yang membahas agenda empat tahun ke depan. Menurut Firman, fokus utama raker tertuju pada pembinaan atlet, evaluasi berkala, serta kompetisi rutin yang dianggarkan sekitar tiga bulan sekali.
"Rapat kerja ini membahas agenda empat tahun ke depan yang fokus tujuan utamanya adalah pembinaan atlet, evaluasi atlet yang bersifat periode maupun berjenjang, serta kompetisi rutin atau liga yang dianggarkan sekitar tiga bulan sekali," ujar Firman Setiawan.
Ia juga meminta seluruh klub di bawah naungan Perserosi Makassar lebih aktif mendata atlet dan menyusun program latihan terukur sesuai kurikulum yang dicanangkan.
Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk Ekskul Sepatu Roda di SD
Untuk memasyarakatkan olahraga sepatu roda, Perserosi Makassar menjalin kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar. Langkah ini diarahkan agar sepatu roda dapat menjadi salah satu pilihan ekstrakurikuler resmi di sekolah, khususnya pada level Sekolah Dasar.
Firman menilai pembinaan dari akar rumput menjadi kunci agar regenerasi atlet berjalan tanpa putus. Klub-klub diminta tidak hanya menjaring bibit baru, tetapi juga memastikan setiap atlet mengikuti jalur latihan yang terstruktur.
Pendataan Atlet Berbasis Sistem Digital Terintegrasi
Perserosi Makassar juga mendorong transformasi digital dalam pengelolaan organisasi. Digitalisasi mencakup pendataan atlet berbasis sistem terintegrasi, sehingga rekam jejak dan jalur prestasi atlet dapat dipantau akurat sejak awal karier hingga tingkat profesional.
Promosi dan publikasi program kerja akan dioptimalkan melalui kanal online maupun offline. Langkah ini dinilai penting agar informasi kompetisi dan pembinaan tersampaikan lebih luas ke klub dan orang tua atlet.
Velodrom Standar Nasional Dinilai Mendesak
Isu krusial lain dalam raker adalah dorongan kepada Pemerintah Kota Makassar untuk segera memfasilitasi penyediaan lahan serta sarana prasarana latihan, khususnya arena sepatu roda (velodrom) bertaraf standar nasional.
Ketersediaan infrastruktur representatif dinilai mendesak karena Makassar diproyeksikan menjadi tuan rumah sejumlah kejuaraan sepatu roda tingkat nasional di masa mendatang.
"Kami berharap dalam beberapa tahun ke depan sudah ada sarana dan prasarana pendukung, karena ke depannya Makassar akan mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah beberapa event kegiatan nasional," pungkas Firman Setiawan.
Raker ini menjadi pijakan awal penyusunan roadmap dan agenda strategis pengembangan olahraga sepatu roda di Kota Makassar selama empat tahun ke depan. Hasil raker akan menjadi acuan pengurus dalam menjalankan program pembinaan, kompetisi, dan advokasi infrastruktur hingga 2030.