LUWU — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Moch Arsal Arsyad menyampaikan laporan tersebut pada kegiatan panen perdana lahan reguler dan Oplah masa tanam April–September 2026 di Desa Rante Damai, Kamis. Lahan yang dipanen dikelola Kelompok Tani Taman Harapan dengan varietas padi Ciherang.
Program Oplah diterima Kabupaten Luwu dari Kementerian Pertanian pada 2025. Pelaksanaannya bertujuan meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian, produktivitas, dan indeks pertanaman (IP).
Target Indeks Pertanaman Naik dari IP 180 ke IP 300
"Tujuan utama kegiatan Oplah ini adalah meningkatkan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200, dengan target akhir mencapai IP 300," ujar Arsal.
Khusus wilayah Kecamatan Walenrang Timur, program Oplah berhasil meningkatkan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200. Capaian itu disebut didukung kerja keras petani dan pendampingan para penyuluh pertanian.
Bupati Minta Wilayah Kekeringan Segera Diidentifikasi
Bupati Luwu Patahudding meminta para penyuluh pertanian dan kepala desa melakukan identifikasi wilayah yang mengalami kekeringan. Ketersediaan air dinilai menjadi faktor utama untuk mencapai target peningkatan indeks pertanaman hingga IP 300.
"Untuk mencapai target IP 300, persoalan utama adalah air. Karena itu, saya meminta agar daerah-daerah yang mengalami kekeringan segera diidentifikasi," kata Patahudding.
Dengan pemetaan wilayah kekeringan, Pemkab Luwu berharap target IP 300 dapat dicapai pada masa tanam berikutnya. Program Oplah di Luwu mencakup lahan rawa 1.708 hektare dan lahan nonrawa 861 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.