PINDAIINDONESIA.COM — Rincian pertanyaan sensus yang mencakup pengeluaran bulanan, biaya listrik, status rumah, pendapatan, hingga jenis tabung gas memicu kekhawatiran warga. Dewi menegaskan kekhawatiran itu tidak berdasar karena tujuan pendataan murni untuk pemetaan pembangunan, bukan kepentingan fiskal.
"Masyarakat tidak perlu khawatir memberikan jawaban kepada petugas sensus, karena sensus ini tidak berkaitan dengan besaran pajak yang akan dibayarkan dan data tidak disalahgunakan. Ini murni untuk kepentingan pemetaan pembangunan," ujarnya dalam diskusi kelompok terarah (FGD) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS).
Tiga Fungsi Strategis Data Sensus bagi Daerah
Dewi memaparkan, hasil pendataan SEN 2026 akan menjadi navigasi kebijakan pemerintah di tengah perubahan pascapandemi dan era digital. Data tersebut berfungsi sebagai kompas arah pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah seperti Kabupaten Rejang Lebong.
Lebih lanjut, data ini menjadi rujukan utama bagi legislatif dan eksekutif dalam menyusun anggaran, melakukan pengawasan, serta merancang regulasi. Kualitas data yang baik menentukan keberlanjutan program-program strategis, mulai dari bantuan pelaku usaha, peningkatan kapasitas digital, hingga pemerataan akses beasiswa pendidikan.
Potensi Ekonomi Lokal dan Keterlibatan 241 Petugas
Fungsi ketiga yang tak kalah penting adalah memetakan potensi ekonomi lokal. Dengan data yang akurat, sektor-sektor pertumbuhan baru di Rejang Lebong dapat memperoleh intervensi khusus agar roda ekonomi daerah bergerak lebih cepat.
Untuk merealisasikan target tersebut, BPS Kabupaten Rejang Lebong menerjunkan 241 petugas pendataan lapangan (PPL) yang tersebar di 15 kecamatan. Operasi lapangan SEN 2026 di wilayah kerja BPS setempat dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Dewi menambahkan, FGD yang digelar menjadi ruang untuk menyatukan langkah dan persepsi antara pemerintah, petugas sensus, pelaku usaha, masyarakat, dan mahasiswa. Kegiatan ini merupakan sinergi nyata antara Komisi X DPR RI dan BPS agar pelaksanaan sensus ekonomi di daerah berjalan tanpa hambatan.
"Pelaksanaan SEN 2026 membutuhkan dukungan seluruh pihak di daerah agar proses pendataan dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat," kata Dewi menegaskan.